Teknik Sampling, Apa Itu Teknik Pengambilan Sampel dan Jenis-Jenisnya

Saat akan melakukan penelitian pasti dibutuhkan data yang akurat agar hasil penelitian juga akurat. Namun, untuk mendapatkan data akurat itu tidak harus dengan cara menguji semua sumber data yang digunakan. Dibutuhkan sebuah teknik bernama teknik sampling.

Teknik ini pasti digunakan oleh setiap peneliti untuk mengambil data berdasarkan sampel atau contoh dari keseluruhan data yang dibutuhkan untuk mendapat hasil yang diinginkan. Teknik pengambilan sampel ini pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, karena ada tata cara atau aturan yang harus diperhatikan dalam sampling.

Apa Itu Teknik Pengambilan Sampel

Apa yang dimaksud dengan teknik sampling? Teknik sampling atau teknik pengambilan sampel ini adalah cara atau teknik untuk mengambil sampel dimana sampel yang digunakan harus sesuai, dari segi ukuran sampel, yang mana harus sesuai dengan ukuran sampel yang nantinya dijadikan data sebenarnya.

Dalam pengambilannya juga harus memperhatikan penyebaran populasi dan sifat-sifat populasi tersebut agar sampel yang diambil bisa mewakili atau representatif dari data sebenarnya.

Macam-macam Teknik Pengambilan Sampel Untuk Penelitian

Sebelum mulai menjalankan prosedur sampling, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Hal-hal tersebut adalah menentukan populasi yang akan digunakan, mencari data yang akurat dari unit populasi tersebut, memilih sampel yang bisa representative, terakhir menentukan jumlah atau kuantitas sampel yang memadai.

Macam-macam Teknik Pengambilan Sampel

Setelah menyiapkan hal-hal tersebut, maka teknik pengambilan sampel pun bisa dilakukan. Ada beberapa jenis teknik sampling yang banyak diketahui dan digunakan oleh para peneliti. Apa saja jenisnya? Berikut penjelasannya.

  1. Probability Sampling

Berdasarkan teknik pengambilan yang digunakan, teknik pengambilan sampel pertama yang sering digunakan adalah probability sampling.

Teknik sampling ini bekerja dengan memberikan peluang (probabilitas) yang sama pada setiap anggota (unsur) populasi agar bisa dipilih menjadi bagian dari sampling. Teknik ini kemudian dibagi lagi menjadi beberapa jenis sampling, yaitu:

  • Sampling Simple Random

Jenis probability sampling pertama disebut sebagai simple random karena memang teknik pengambilan sampel ini pengambilan sampelnya dilakukan secara acak pada anggota populasi. Cara ini bisa dilakukan apabila jumlah sampling dalam populasi tidak terlalu besar dan apabila anggota populasinya dianggap homogen.

Dalam melakukan teknik pengambilan sampel ini, ada pendapat yang mengatakan jika dalam pengambilan sampelnya tidak perlu dikembalikan atau sampel perlu dikembalikan. Dengan menggunakan teknik sampling ini bisa menimbulkan sifat bias dari peneliti terhadap sampel penelitian. Cara ini bisa dilakukan dengan metode undian maupun dengan menggunakan bilangan random.

  • Pengambilan Sampling Acak Sistematis Random

Metode sampling selanjutnya adalah dengan pengambilan acam dan Sistematis. Maksudnya, dalam pengambilan sampel memang dilakukan secara acak namun tetap harus secara sistematis seperti misalnya pemberian interval dalam mengambil sampel tersebut.

Dengan demikian, walaupun dibilang pengambilan dilakukan secara acak, namun tetap ada sistem yang diterapkan agar pengambilan sampel sesuai dengan data yang dibutuhkan.

  • Pengambilan Sampling Acak Berstrata

Masih masuk dalam kategori probability sampling adalah dengan pengambilan secara acak berstrata. Teknik pengambilan sampel ini dilakukan berdasarkan spesifikasi tertentu yang dibutuhkan serta dilihat pada tingkatan tertentu.

Teknik sampling ini biasanya cocok digunakan apabila populasinya memiliki unsur yang tidak homogen sekaligus berstrata. Namun untuk menggunakan teknik sampling ini harus diakukan investigasi terhadap objek sebelumnya agar stratanya dapat dibuat.

  • Cluster Sampling

Jenis teknik sampling selanjutnya adalah cluster sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan apabila populasinya terdiri dari kelompok-kelompok, bukan individu. Teknik ini sangat sesuai digunakan apabila sumber data yang akan diteliti ternyata sangat luas.

Tujuan dari sampling dengan menggunakan metode ini adalah untuk meneliti satu hal pada bagian-bagian tertentu yang terdapat di dalam sebuah instansi.

Baca juga : Pengertian, Contoh dan Jenis-jenis Instrumen Penelitian

  1. Non-Random atau Non-Probability Sampling

Jika jenis sampling probability random akan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota dari populasi untuk dijadikan sebagai sampel. Maka teknik pengambilan sampel denfan non-probability sampling ini adalah  sebaliknya.

jenis-jenis teknik pengambilan sampel

Pada teknik ini  akan menekankan pada tidak  memberikan peluang yang sama dari anggota populasi untuk  dijadikan sebagai sampel. Ada beberapa Teknik macam dan jenis teknik sampling yang bisa Anda gunakan, yaitu:

  • Purposive Sampling

Untuk kategori non-random sampling, teknik sampling yang cukup sering dimanfaatkan adalah teknik purposive sampling. Dalam teknik sampling ini, peneliti menggunakan metode tertentu dimana akan digunakan kriteria untuk memilih sampel. Kriteria itu juga ditentukan atau dibuat sendiri oleh pihak peneliti. Kriteria tersebut pun terdiri dari dua bagian yaitu eksklusi dan inklusi.

Yang dimaksud dengan inklusi adalah kriteria pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti dalam memgambil contoh berdasarkan dari tujuan diadakannya penelitian tersebut. Sedangkan di sisi lain, yang dimaksud dengan kriteria eksklusi adalah kriteria khusus yang mana justru dengan adanya kriteria ini akan secara otomatis menyeleksi calon responden sebagai sampel apabila responden tersebut memiliki karakteristik inklusi. Jika responden memiliki karakter inklusi mala akan dikeluarkan dari kandidat sampel.

  • Snowball Sampling

Jenis teknik sampling selanjutnya yang masuk dalam kategori non-random adalah snowball sampling. Teknik pengambilan sampling ini memiliki konsep dasar seperti bola salju. Teknik samplingnya dilakukan dengan cara korespondensi.

Dengan teknik ini peneliti akan meminta informasi tertentu dari sampel pertama untuk kemudian digunakan sebagai sampel selanjutnya dan alurnya terus seperti ini sampai peneliti menemukan kebutuhan sampel yang dibutuhkan. Metode ini biasanya lebih cocok digunakan untuk penelitian yang mempelajari tentang hal-hal atau kasus-kasus yang bersifat sensitif sehingga tidak mau diungkapkan ke pihak lain.

  • Accidental Sampling

Jenis teknik sampling selanjutnya adalah accidental sampling yang mana dalam pengambilan sampelnya dilakukan secara tidak sengaja oleh peneliti di saat-saat tertentu. Penggunaan teknik sampling ini sangat cocok apabila digunakan untuk mencari sampel pada kasus-kasus tertentu yang sampelnya juga sulit ditemukan.

Selain digunakan untuk penelitian yang sifatnya khusus dan untuk menemukan sampelnya juga sulit, teknik sampling ini tak disangka juga sesuai untuk penelitian yang bersifat umum.

  • Quota Sampling

Jenis teknik pengambilan sampel berikutnya adalah quota sampling. Dimana, pada teknik sampling ini akan mengambil sampel dalam jumlah tertentu sesuai yang dibutuhkan dalam penelitian. Teknik ini biasanya digunakan pada jenis penelitian yang jumlah sampelnya terbatas.

Ada juga istilah total quota sampling dimana apabila di suatu area terdapat sejumlah sampel dari penelitian yang akan dilakukan, maka secara otomatis populasi tersebut juga akan dijadikan sebagai sampel keseluruhan.

Kelebihan dari teknik ini tentu saja karena sebelumnya sudah diketahui jumlah sampel sudah lebih dulu diketahui. Sedangkan ada sisi negatif dari teknik ini yaitu tingkat bias dari proses penelitian bisa lebih tinggi dibandingkan jika menggunakan teknik lain.

Nah, itulah tadi penjelasan lengkap tentang teknik pengambilan sampel mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya yang banyak digunakan dalam penelitian. Semoga dengan informasi tersebut bisa memberikan pengetahuan baru pada Anda tentang teknik sampling serta jenis sampling apa yang sesuai untuk melakukan penelitian.

Leave a Reply