Jenis Pengangguran Berdasarkan Ciri, Penyebab, dan Jumlah Jam Kerja

Pengangguran merupakan salah satu hal yang menjadi masalah besar yang dihadapi oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Masalah ini harus segera di atasi oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masing-masing agar Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Tingkat pengangguran yang tinggi juga masuk ke dalam hal yang membuat tingkat kemiskinan di Indonesia tinggi. Sehingga penaganannya benar-benar harus dilakukan dengan baik.

Ternyata jenis pengangguran dibedakan menjadi beberapa kategori berdasarkan ciri, penyebab, maupun jumlah jam kerjanya. Tidak seperti yang kita ketahui secara umum, dimana pengangguran hanya dibedakan menjadi satu. Secara umum kita menyebut orang yang tidak bekerja sama sekali adalah pengangguran, dan beranggapan jenisnya hanya satu itu saja. Padahal sebenarnya pengangguran terdiri dari banyak jenis.

Berikut ini kategori beserta dengan jenis dari pengangguran yang ada di Indonesia yang mungkin belum Anda ketahui. Tidak usah berlama-lama lagi, berikut penjelasan lengkapnya hanya untuk Anda.

Pengertian dan Jenis-jenis Pengangguran Secara Umum

Jenis-jenis Pengangguran Secara Umum

Pengertian pengangguran sendiri secara umum merupakan orang yang tidak melakukan pekerjaan sama sekali atau dalam proses mencari pekerjaan atau melakukan pekerjaan di bawah 2 hari dalam seminggu.

Sedangkan menurut ahli yaitu Sadono Sukirno, pengangguran merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami kekurangan atau keterbatasan dan tidak memperoleh pekerjaan atau sedang berusaha memperoleh pekerjaan.

Berikut ini adalah jenis pengangguran berdasarkan ciri, penyebab, dan jumlah jam kerja yang haru Anda ketahui :

  1. Jenis Pengangguran Berdasarkan Ciri yang Dimiliki

Pengangguran Berdasarkan Ciri

Pengangguran berdasarkan dari cirinya bisa dibedakan menjadi 4 macam atau jenis yang berbeda. Setiap ciri terlihat dengan jelas sehingga Anda mudah membedakannya. Berikut ini diantaranya :

  • Pengangguran tersembunyi

Pengangguran jenis ini merupakan pengangguran yang dialami oleh individu karena perusahaan memiliki tenaga kerja yang sudah berlebihan dibandingkan yang dibutuhkan.

Contoh pengangguran tersembunyi adalah misalnya di sebuah restoran ada pelayan yang tidak banyak bekerja karena pelayannya sudah banyak sedangkan pelanggan tidak cukup banyak.

  • Pengangguran menganggur

Pengangguran menganggur memiliki ciri yaitu mereka hanya bekerja satu hingga dua hari dalam seminggu, dan jam kerjanya tidak penuh yaitu satu sampai empat jam saja setiap harinya. Contohnya yaitu freelance yang hanya bekerja ketika dibutuhkan saja.

  • Pengangguran terbuka

Jenis pengangguran selanjutnya berdasarkan dari ciri yang dimiliki adalah pengangguran terbuka. Pengangguran jenis ini terjadi karena lowongan pekerjaan yang minim dan jumlah tenaga kerja yang sedang mencari pekerjaan meningkat.

Pengangguran yang disebabkan oleh hal tersebut merupakan permasalahan yang wajib diselesaikan oleh pemerintah.

  • Pengangguran musiman

Sesuai dengan namanya, pengangguran jenis ini bisa terjadi pada individu karena perubahan musim. Contohnya pertanian yang banyak dilakukan pada musim hujan sehingga pada musim kemarau mereka akan menganggur karena tanah tidak bisa dikerjakan.

Contoh lainnya yaitu perikanan, pada musim hujan nelayan tidak bisa melaut karena cuaca buruk di laut bisa membahayakan keselamatan, selain itu ikan di musim hujan lebih minim dibandingkan musim lainnya.

  1. Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya

Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya

Seorang individu menganggur atau menjadi pengangguran pasti ada sebab yang melandasinya. Sadono Sukirno membedakan jenis dari pengangguran berdasarkan penyebabnya yaitu sebagai berikut:

  • Pengangguran Struktural

Pengangguran jenis ini bisa terjadi karena seorang pengusaha mengalami perubahan struktur perekonomian. Pada umumnya struktur tersebut diubah yang awalnya merupakan agraria menjadi industri. Hal tersebut tentu saja bukan tanpa alasan, alasannya yaitu untuk mengembangkan perekonomian perusahaan agar lebih maju.

Contoh terjadinya pengangguran struktural akibat perubahan struktur adalah digantinya tenaga manusia dengan mesin agar lebih cepat dalam bekerja. Akibat buruk yang terjadi adalah pengangguran struktural yang terlalu lama menganggur akan kehilangan keterampilannya sehingga pengangguran alami akan meningkat menjadi lebih besar.

  • Pengangguran Siklikal

Jenis pengangguran siklikal ini terjadi akibat sulitnya mempertemukan seorang pencari kerja dengan lowongan yang sebenarnya terbuka. Kesulitan tersebut bisa terjadi karena wilayan geografis, proses perekrutan untuk menjadi karyawan yang panjang, atau informasi yang tidak sampai kepada pencari kerja.

Pengangguran jenis ini banyak terjadi dan dialami oleh seorang individu dari wilayah pedesaan atau terpencil.

  • Pengangguran Friksional

Pengangguran jenis ini terjadi akibat seorang individu atau pekerja mengundurkan diri dari perusahaan dan belum bekerja atau mendapatkan pekerjaan lagi. Alasan seseorang mengalami pengangguran friksional biasanya bersifat pribadi seperti akan pindah rumah atau memang ingin mencari pekerjaan yang lebih baik.

Jenis pengangguran ini banyak terjadi pada seorang individu yang baru pertama kali bekerja sehingga ingin mendapatkan pekerjaan yang cocok atau pada ibu rumah tangga yang ingin bekerja kembali karena alasan apapun.

  • Pengangguran Teknologi

Jenis yang terakhir dari pengangguranberdasarkan penyebab seseorang menganggur adalah pengangguran teknologi. Pengangguran ini terjadi akibat penggunaan mesin atau kemajuan teknologi yang digunakan sebuah perusahaan.

Penggunaan mesin-mesin yang lebih canggih dan handal tentu saja akan menggantikan tenaga manusia yang kemudian menyebabkan pengangguran.

  1. Jenis Pengangguran Berdasarkan Jumlah Jam Kerja

Pengangguran Berdasarkan Jumlah Jam Kerja

Pengangguran jenis ini dibedakan menurut jumlah jam kerja setiap individu. Jumlah jam kerja setiap individu berbeda-beda dan tentu saja hal tersebut berpengaruh pada upah yang akan diberikan nantinya.

Jenis dari pengangguran berdasarkan jumlah jam kerja seseorang dibedakan menjadi berikut :

  • Pengangguran Terselubung

Pengangguran jenis ini bisa disebut juga dengan tenaga kerja tersembunyi, karena mereka bekerja namun tidak bisa optimal karena suatu alasan tertentu.

Selain itu hasil upah yang didapatkan meskipun bekerja masih jauh untuk digunakan dalam memenuhi berbagai kebutuhan primer sehari-hari.

  • Pengangguran Terbuka

Dinamakan pengangguran terbuka karena seorang individu tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan dengan aktif.

Pengangguran jenis ini melakukan kegiatan mencari pekerjaan secara aktif dan belum bekerja karena suatu hal seperti belum diterima bekerja atau belum mendapatkan panggilan kerja.

  • Setengah pengangguran

Jenis pengangguran yang terakhir adalah setengah pengangguran.Pengangguran jenis ini merupakan individu yang bekerja di bawah jam normal yaitu 35 jam per minggu. Banyak terjadi atau dijumpai di daerah terpencil karena sistem atau kebutuhan yang belum mencapai jam normal pada umumnya.

Setengah pengangguran ini dibedakan lagi menjadi 3 macam yaitu pengangguran sukarela, pengangguran terpaksa, dan pengangguran bruto.

Pengangguran sukarela merupakan individu yang tidak mau menerima upah yang berlaku di pasaran atau individu yang sukarela melepaskan pekerjaannya karena sudah memiliki penghasilan dari hartanya misalnya seperti menyewakan kendaraan, menyewakan rumah, menyewakan kos, atau memperoleh warisan melimpah.

Pengangguran terpaksa merupakan individu yang mau bekerja sesuai pekerjaan yang diberikan dengan upah tertentu namun pekerjaan tersebut sebenarnya tidak ada.

Sedangkan pengangguran bruto merupakan gabungan dari dua macam pengangguran yang berbeda yaitu setengah pengangguran dan pengangguran terbuka.

Itulah penjelasan mengenai jenis pengangguran berdasarkan ciri, penyebab, dan jumlah jam kerja yang harus Anda ketahui. Semoga informasi yang diberikan mengenai jenis maupun pengertian pengangguran tersebut dapat membantu Anda yang sedang mencarinya.

Leave a Reply