Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Cetak Atau Online

Ketika menulis jenis tulisan ilmiah, Anda pasti harus menuliskan daftar pustaka sebagai sumber rujukan dimana Anda mengutip pernyataan tertentu. Sumber rujukan ini bertujuan untuk memperkuat argumen atau statement yang Anda tulis di dalam tulisan tersebut.

Sebagai salah satu bagian dalam penulisan tulisan ilmiah, ada tata cara tertentu dalam menulis daftar pustaka ini. Tak hanya itu saja, setiap sumber referensi juga memiliki cara penulisan daftar pustaka yang berbeda-beda pula berdasarkan aturan dan standar yang sudah ditetapkan. Seperti misalnya ada cara menulis daftar pustaka dari jurnal yang berbeda dengan cara penulisan daftar pustaka dari sumber lain.

Setiap penulisan karya ilmiah seperti buku, skripsi, artikel maupun jurnal yang menggunakan tulisan orang lain di dalamnya tentu sudah ada aturan yang mengaturnya. Anda tidak bisa sembarangan menyalin apa yang sudah ditulis orang lain ke dalam tulisan Anda.

Hal ini akan menyebabkan terjadinya plagiasi. Sebelum hal tersebut terjadi, Anda harus memperhatikan aturan standar penulisannya terlebih dahulu. Lalu bagaimana cara penulisan daftar pustaka yang benar dan sesuai standar?

Secara umum, penulisan daftar pustaka memang diatur dengan aturan tertentu. Penulisan secara umumnya terdiri dari nama penulis sumber referensi, tahun terbit referensi tersebut, judul referensi, tempat penerbitan dan identitas penerbitnya.

Namun, aturan penulisan ini berkembang dan terdapat sedikit perbedaan pada beberapa jenis referensi. Seperti misalnya dalam penulisan daftar pustaka untuk sumber referensi berjenis jurnal. Ada tata cara menulis daftar pustaka dari jurnal yang harus Anda patuhi sebagai aturan standar. Seperti aturan standar penulisan daftar pustaka dari jurnal berikut.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal yang Benar

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal yang Benar

Kalau dilihat secara umum, cara menulis daftar pustaka dari jurnal sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan daftar pustaka dari sumber lainnya. Dalam penulisannya juga ada beberapa style yang digunakan sebagai standar saat menulis daftar pustaka.

Style paling umum yang digunakan adalah style APA. Namun, ada sedikit perbedaan dalam penulisannya. Sebelumnya, Anda juga harus tahu ada 2 jenis jurnal, yaitu jurnal cetak dan online. Cara penulisan untuk keduanya pun berbeda. Untuk itu, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Baca juga : Teknik dan Cara Pengambilan Sampel

  1. Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal Cetak

Jurnal cetak sendiri adalah salah satu jenis jurnal yang mana di dalamnya terdiri dari beberapa jurnal yang ditulis oleh beberapa penulis yang berbeda pula. Kumpulan jurnal ini kemudian dicetak dalam bentuk cetak yang kadang terdiri dari beberapa edisi.

Cara menulis daftar pustaka dari jurnal cetak hampir sama dengan penulisan daftar pustaka dari buku. Berikut langkah penulisannya.

  • Nama Pengarang Ditulis Terbalik dan Huruf Besar

Aturan pertama dalam cara menulis daftar pustaka dari jurnal cetak adalah penulisan nama. Di bagian pertama, nama pengarang harus ditulis secara terbalik, dimana nama akhir ditulis pertama kemudian diikuti oleh nama selanjutnya.

Jika nama selanjutnya masih terdiri dari dua atau lebih kata, maka selanjutnya tidak perlu dibalik. Selain itu, dalam penulisannya setiap awal kata juga harus ditulis dengan huruf kapital.

  • Tulis Tahun Penerbitan Jurnal

Setelah penulisan nama, hal yang selanjutnya ditulis adalah tahun penerbitan jurnal. Penulisan tahun ini diletakkan di dalam tanda kurung setelah penulisan nama.

  • Judul Jurnal

Langkah dalam cara menulis daftar pustaka dari jurnal selanjutnya adalah menuliskan judul jurnal. Judul jurnal ini adalah judul yang berada di bagian paling atas halaman jurnal. Dalam penulisan judul jurnal ini yang ditulis dengan huruf kapital hanya pada kata awal saja, selanjutnya tetap ditulis dengan huruf kecil walaupun judul.

  • Judul Edisi Jurnal dan Volume

Selain judul jurnal, bagian selanjutnya yang harus dimasukkan dalam cara menulis daftar pustaka dari jurnal adalah mencantumkan judul edisi jurnal. Judul ini  adalah judul besar jurnal yang biasanya ada di bagian awal cetakan. Dalam penulisan judul Edisi ini harus ditulis dengan huruf bercetak miring dengan setiap awal kata harus ditulis dengan huruf kapital.

Bagian selanjutnya adalah volume dan halaman jurnal yang digunakan. Informasi ini penting untuk dicantumkan karena biasanya satu edisi dicetak beberapa kali dengan isi yang berbeda. Karena itu untuk membedakannya diperlukan untuk menulis volume jurnal tersebut. Yang tak kalah penting juga adalah penulisan halaman jurnal dimana informasi atau kutipan yang digunakan tersebut digunakan.

  • Pisahkan dengan Tanda Titik

Aturan cara menulis daftar pustaka dari jurnal yang paling penting adalah pemberian tanda baca titik di belakang setiap poin-poin yang sudah dijelaskan di atas. Tanda titik diberikan sebagai pemisah antara satu poin informasi sumber dengan poin lainnya. Kecuali setelah informasi judul edisi jurnal dan volume serta halaman jurnal, yang digunakan adalah tanda koma (,).

Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal Cetak

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Jurnal Cetak

Nama Akhir Pengarang, A. (Tahun Penerbitan). Judul Artikel. Nama Jurnal, Volume(edisi jika ada), halaman.

  • Ready, R. (2000). Mothers’ personality and its interaction with child temperament as predictors of parenting behavior. Journal of Personality and Social Psychology, 79, 274-285.
  • Kalidjernih FK. 2011. Some notes on the relationship between language use and moral character: a case of linguistic corruption in Indonesian. Linguistik Indonesia. 29(2): 167-184.
  1. Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal Online

Selain jurnal cetak, ada juga jenis jurnal online yang biasanya dipublikasikan secara digital. Tata cara menulis daftar pustaka dari jurnal online ini pun sebenarnya tak jauh berbeda dengan penulisan jurnal cetak. Namun, ada beberapa perbedaan yang harus diperhatikan.

Digital Object Identifier (DOI) adalah alamat unik yang bersifat permanen. DOI memberikan identitas unik dan bagi setiap makalah. Dengan memiliki DOI, setiap artikel akan terhubung ke seluruh dunia sehingga ada link of citation.

Pertama yang harus diperhatikan adalah bahwa jurnal online ada yang memiliki doi dan ada yang diakses tanpa doi. Bagaimana cara penulisannya? Berikut langkah-langkahnya.

  • Penulisan dengan Doi ( Digital Object Identifier  )

Penulisan jurnal online sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan jurnal cetak seperti yang sudah dijelaskan di atas. Poin-poin yang harus dicantumkan juga sama persis, yaitu terdiri dari nama pengarang, tahun penerbitan jurnal, judul jurnal, judul edisi dan volume serta penggunaan tanda titik untuk memisahkan masing-masing poin.

Yang membedakan adalah adanya doi (digital obejct identifier) yang merupakan sebuah kode numerik yang gunanya untuk mengidentifikasi konten yang ada di dalamnya. Doi ini juga berfungsi untuk menyediakan tautan atau link yang sifatnya tetap atau permanen.

Penulisan jurnal dengan mencantumkan doi tidak jauh berbeda dengan penulisan jurnal cetak. Perbedaannya ada pada bagian paling akhir setelah penulisan volume dan halaman jurnal yang dikutip. Di bagian paling akhir ini harus dicantumkan doi yang bisa Anda temukan di bagian paling atas jurnal, disana tertulis doi yang terdiri dari deretan angka.

  • Penulisan Tanpa Doi

Sebagai bentuk identitas dari jurnal online tidak hanya doi yang harus dicantumkan di dalam daftar pustaka. Ada pula jurnal online yang tidak memiliki doi di dalamnya. Maka cara menulis daftar pustaka dari jurnal online yang tidak memiliki doi adalah mencantumkan laman dimana jurnal tersebut diakses. Sebelum mencantumkan laman dimana jurnal online ini diakses, harus dicantumkan kalimat ‘retrieved from’ atau ‘diakses dari’ yang kemudian diikuti dengan laman tersebut.

Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal Online

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Jurnal Online

  • Spreer, P., Rauschnabel, P.A. (2016, September). Selling with technology: Understanding the resistance to mobile sales assistant use in retailing. Journal of Personal Selling & Sales Management, 36(3), 240-263. doi:10.1080/08853134.2016.1208100

Itulah tadi beberapa cara menulis daftar pustaka dari jurnal, baik jurnal cetak maupun jurnal online dimana jurnal online juga terdiri dari jurnal yang memiliki doi maupun tidak memiliki doi. Dengan penjelasan di atas, semoga Anda bisa semakin paham tentang bagaimana cara penulisan daftar pustaka yang diambil dari sumber jurnal.

Leave a Reply